Update Gempa Manggarai Timur NTT: 34 Warga Meninggal Dunia dan 17 Ribu Rumah Rusak
--
OTONITY.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis pemutakhiran data komprehensif terkait dampak kerusakan akibat gempa bumi besar berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang bersumber dari aktivitas sesar naik belakang busur Flores Kabupaten Manggarai Timur secara resmi dilaporkan sebagai salah satu wilayah yang menderita kerusakan infrastruktur paling parah.
Berdasarkan rilis berkala dari posko penanganan darurat bencana, jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian gempa di Kabupaten Manggarai Timur tercatat telah menyentuh angka 34 orang.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari total akumulasi korban jiwa se-Provinsi NTT yang kini mencapai 103 orang. Selain korban jiwa, ribuan warga di wilayah pelosok Manggarai Timur juga dilaporkan mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis di posko darurat serta RSUD Ruteng.
Read more: Kawasan Gunung Geulis Sukabumi Kebakaran, 4 Hektare Lahan Hangus dan Nyaris Merembet ke Pemukiman
Manggarai Timur Alami Kerusakan Rumah Terbanyak
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyatakan bahwa proses verifikasi data kerusakan fisik dilakukan secara ketat berdasarkan nama dan alamat. Hasil validasi sementara menunjukkan angka yang sangat memprihatinkan bagi stabilitas wilayah Manggarai Timur.
Kabupaten Manggarai Timur menempati urutan teratas sebagai wilayah dengan tingkat kerusakan properti pemukiman tertinggi, yakni mencapai 17.039 unit rumah rusak. Jumlah ini melampaui tingkat kerusakan di kabupaten tetangga seperti Manggarai Barat (9.402 unit), Ngada (8.129 unit), dan Kabupaten Manggarai (7.045 unit).
Tingginya angka kerusakan bangunan berat ini menjadi dasar utama bagi pemerintah pusat untuk segera menghitung alokasi dana tunggu hunian (DTH) serta perencanaan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.