Update Gempa Manggarai Timur NTT: 34 Warga Meninggal Dunia dan 17 Ribu Rumah Rusak
--
Rangkaian Gempa Susulan Masih Aktif Mengguncang
Kondisi psikologis para pengungsi di tenda-tenda darurat dilaporkan masih diliputi kecemasan menyusul tingginya frekuensi gempa susulan yang terus bergejolak di laut utara Flores. BMKG mengonfirmasi bahwa hingga pertengahan pekan ini, total aktivitas gempa susulan pasca-gempa utama telah menembus angka 7.492 kejadian.
Dari ribuan guncangan sekunder tersebut, BMKG mencatat setidaknya ada 33 gempa susulan yang memiliki kekuatan magnitudo di atas 5, termasuk gempa M5,2 yang berpusat di 66 kilometer timur laut Manggarai Timur. Sebanyak 143 gempa di antaranya dirasakan langsung getarannya oleh masyarakat dengan skala intensitas bervariasi antara II hingga IV MMI. Kepala BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena tren kekuatan gempa susulan diproyeksikan akan semakin meluruh dan stabil dalam beberapa minggu ke depan, serta dipastikan tidak memiliki potensi memicu gelombang tsunami.
Read more: Link Video ASN Pemprov Sumbar Lakukan Adegan Tak Senonoh Viral, Pelaku Telah Mengundurkan Diri!
Read more: Apa Itu Virus Zika? Waspada! Kenali Gejala hingga Cara Pencegahannya!
Upaya pemulihan darurat dan penanganan warga terdampak di wilayah Manggarai Timur mendapatkan dukungan logistik terpadu dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi bersama jajaran TNI-Polri mulai mendistribusikan paket bantuan pokok darurat yang diprioritaskan bagi wilayah terisolasi seperti kawasan Benteng Jawa, Lamba Leda, dan Sambi Rampas.
Bantuan kemanusiaan yang dikirimkan meliputi pemenuhan pangan, pasokan air bersih, obat-obatan, terpal, genset listrik, serta perlengkapan khusus untuk bayi dan balita. Selain bantuan fisik, tim dinas sosial juga menerjunkan personel khusus untuk memberikan layanan dukungan psikososial (LDP) guna mendampingi anak-anak di pengungsian yang mengalami trauma psikologis akibat terus-menerus merasakan guncangan gempa bawah laut tersebut. Pemerintah daerah meminta seluruh warga untuk menjauhi sementara waktu bangunan rumah yang strukturnya sudah mengalami retak parah demi menghindari risiko runtuh akibat potensi gempa susulan harian.