Wednesday 30th of September 2026
×

Group WA FT UGM Berisi Pencabulan Viral di Media Sosial, UGM Mengambil Langkah Tegas Penonaktifan!

Group WA FT UGM Berisi Pencabulan Viral di Media Sosial, UGM Mengambil Langkah Tegas Penonaktifan!

--

OTONITY.com - Percakapan bernada cabul yang diduga merupakan bentuk pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM) terjadi di sebuah grup WhatsApp yang beranggotakan sekitar 40 mahasiswa.

Dekan FT UGM, Prof. Ir. Selo, menyatakan bahwa grup tersebut awalnya dibentuk untuk keperluan diskusi tugas kuliah. Namun, berdasarkan informasi yang diterima pihak fakultas, kemudian terjadi percakapan bernada cabul di dalam grup tersebut.


Read more: Aksi Demo Buruh Kepung Gedung DPR RI, Ditlantas Polda Metro Jaya Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional Hari Ini

"Dari pengakuan terduga, dan informasi yang saya dapat dari pertemuan tersebut (dengan terduga pelaku), WAG (WhatsApp Group) dibentuk untuk keperluan diskusi terkait dengan tugas-tugas kampus dan anggotanya berjumlah 40 orang, sejak beberapa bulan setelah kuliah dimulai," ujar Selo.

Kendati demikian, Selo menegaskan bahwa informasi mengenai tujuan awal dan jumlah anggota grup tersebut masih sebatas berdasarkan keterangan para mahasiswa yang dituduh terlibat.

"Tetapi itu pengakuan para terduga, saya belum memastikan kebenarannya," tambahnya.

Percakapan Dilaporkan Berhenti pada Bulan April

Selo menyatakan bahwa percakapan yang diduga bernada cabul itu terjadi sebelum bulan April 2026. Menurut informasi yang diterima fakultas, percakapan di grup tersebut berhenti setelah kasus serupa di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) menyita perhatian publik.

"Saya juga mendapat informasi bahwa percakapan di grup sudah berhenti di bulan April 2026, ketika kasus di FH UI viral. Screenshoot atas percakapan yang beredar luas di medsos adalah percakapan sebelum April 2026," ujarnya.

Saat ini, FT UGM sedang berkoordinasi dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UGM untuk menyelidiki kasus tersebut.

Penyelidikan masih berlangsung, termasuk upaya untuk memastikan apakah ada mahasiswa lain yang terlibat dalam percakapan tersebut.

10 Mahasiswa Dihentikan

Informasi yang dilansir dari informasi.com, Sebelumnya, Fakultas Teknik UGM telah mengambil tindakan dengan menskors 10 mahasiswa yang diduga terlibat. Skorsing tersebut berlaku untuk seluruh kegiatan akademik, terhitung sejak Selasa (29/9/2026).

Read more: Geger Penemuan Mayat Pria Membusuk di Balik Kemudi Mobil Jip yang Terparkir di RS UMM Malang

"Pagi ini fakultas berencana untuk menonaktifkan sementara semua mahasiswa terduga pelaku (dokumen sedang disiapkan). Benar (dinonaktifkan mulai hari ini) dokumen penonaktifan 10 mahasiswa terduga segera kami tandatangani," ujar Selo.

Selo mengatakan bahwa perwakilan fakultas telah bertemu langsung dengan ke-10 mahasiswa tersebut pada hari Senin (28 September 2026). Penelusuran lebih lanjut sedang dilakukan untuk menyelidiki kemungkinan keterlibatan mahasiswa lainnya.

"Saya sudah ketemu langsung dengan para mahasiswa terduga pelaku. Kemarin ada 10 orang, dan kami masih terus melakukan pemeriksaan mahasiswa lainnya yang kemungkinan terlibat. Semuanya angkatan 2024," jelasnya.

Dengan demikian, jumlah total mahasiswa yang saat ini ditangguhkan adalah 10 orang. Sementara itu, dugaan keterlibatan mahasiswa lainnya masih dalam penyelidikan pihak universitas.

Sumber:

UPDATE TERBARU