Dosen di Sukabumi Tewasi Diduga Jadi Korban Kejahatan : Asisten Rumah Tangga Mendadak Menghilang, ATM hingga AC Raib
--
OTONITY - Misteri seputar kematian Petrus Pallangan (74), seorang dosen asal Cimahi yang ditemukan tewas membusuk di wilayah Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, kini memasuki babak baru. Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi mencium adanya indikasi kuat tindak pidana di balik kematian sang akademisi.
Dugaan ini menguat setelah polisi mendapati sejumlah kejanggalan struktural serta hilangnya beberapa barang berharga milik korban dari dalam rumah.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, mengungkapkan bahwa hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal menunjukkan bahwa rumah korban berada dalam kondisi yang relatif rapi.
Read more: Harta Kekayaan Ario Seto Kapolri Baru Gantikan Listyo Sigit, Kantongi Rp5,85 miliar Tanpa Hutang!
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan inventaris barang bersama pihak keluarga, diketahui bahwa beberapa aset penting milik almarhum telah raib. Barang-barang yang hilang tersebut di antaranya adalah satu unit telepon seluler pribadi, dua unit perangkat pendingin ruangan (AC), serta kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik korban.
Fokus penyelidikan pihak kepolisian kini mengarah tajam pada keberadaan seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial Ag (25) yang selama ini bekerja merawat korban di rumah tersebut.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, nomor telepon genggam milik Ag mendadak tidak aktif tepat dua hari setelah pihak keluarga kehilangan kontak dengan Petrus. Ag diketahui menghilang secara misterius dan tidak lagi berada di lokasi kejadian sejak jasad sang dosen ditemukan oleh warga.
Iptu Dudi Suharyana menegaskan bahwa penyidik tengah melakukan pendalaman khusus terhadap orang-orang yang terindikasi memiliki hubungan dekat atau pernah berkomunikasi dengan almarhum sebelum waktu perkiraan kematian.
Read more: HEBOH! Jaksa Agung Roger Mariaca Ditangkap Atas Kasus Kartel Narkoba
Polisi sedang mengumpulkan bukti-bukti persesuaian hukum untuk menguatkan sangkaan terhadap terduga pelaku yang mengarah pada lingkaran terdekat korban. Kendati demikian, pihak kepolisian belum mengeluarkan status tersangka resmi dan masih mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Guna memastikan penyebab medis dari kematian Petrus, tim kedokteran forensik telah merujuk jasad korban ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta, untuk menjalani proses autopsi menyeluruh. Hasil autopsi laboratorium ini diperkirakan baru akan keluar dalam waktu dua hingga tiga pekan ke depan. Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus ini guna memastikan apakah kematian sang dosen murni karena faktor kesehatan alamiah atau merupakan akibat dari aksi kekerasan dan perampokan.