Saturday 3rd of October 2026
×

Rahim Ibu Muda di Depok Diangkat Usai Operasi Caesar Darurat, Keluarga Pasien Tuntut Puskesmas Tapos

Rahim Ibu Muda di Depok Diangkat Usai Operasi Caesar Darurat, Keluarga Pasien Tuntut Puskesmas Tapos

--

OTONITY - Duka mendalam dan rasa kecewa yang berat kini tengah menyelimuti keluarga seorang ibu muda berinisial IN (31), warga Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat.

Niat hati menyambut kehadiran buah hati keduanya melalui proses persalinan, IN justru harus menerima kenyataan pahit kehilangan bayi yang dikandungnya. Tidak hanya itu, tim medis terpaksa mengambil tindakan radikal berupa pengangkatan rahim (histerektomi) akibat komplikasi berat saat proses melahirkan.


Kronologi kejadian tragis ini bermula saat IN mendatangi UPTD Puskesmas Tapos dengan kondisi usia kehamilan sembilan bulan yang sehat dan tanpa keluhan medis.

Read more: Fashion Show Waria di Makassar Bikin Heboh, Selebgram Makassar Buka Suara Soal Dugaan Acara LGBT

Berdasarkan pemeriksaan rutin sebelumnya, kondisi janin terpantau sangat baik. Namun, setelah berjam-jam menunggu pembukaan dan ketubannya dipecahkan oleh bidan, janin tak kunjung turun ke jalur lahir. Pihak puskesmas akhirnya memutuskan untuk merujuk IN ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih memadai demi keselamatan ibu dan anak.

Keluarga pasien mengeluhkan lambannya proses penanganan medis pasca-rujukan tersebut. Ibu kandung pasien, Edeh, menyebutkan adanya kekosongan dokter spesialis saat mereka tiba di rumah sakit rujukan pada dini hari.

Tindakan penanganan operatif diklaim baru berjalan sekitar empat jam kemudian, di saat kondisi IN sudah histeris menahan rasa sakit yang luar biasa. Akibat keterlambatan tersebut, bayi dalam kandungan tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia saat dikeluarkan melalui operasi caesar.

Kondisi darurat tidak berhenti sampai di situ. Tim dokter menemukan adanya robekan parah pada bagian belakang organ rahim IN yang memicu pendarahan hebat.

Read more: Dosen Usia 74 Tahun Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Kontrakan Sukabumi, Hilang Kontak Sejak Pertengahan September

Demi menyelamatkan nyawa sang ibu dari risiko kematian akibat kehabisan darah, tim medis mengambil keputusan terbaik dengan melakukan pengangkatan rahim secara total. Keputusan medis ini membuat IN harus menyandang status cacat permanen dan tidak akan pernah bisa mengandung atau melahirkan lagi di masa depan.

Kasus ini memicu gelombang protes dari warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi Puskesmas Tapos untuk menuntut transparansi dan pertanggungjawaban. Ayah pasien, Kusmoyo, menduga kuat adanya kelalaian prosedur penanganan yang berujung pada malapraktik.

Menanggapi kekisruhan ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menyatakan telah turun tangan dengan menggandeng tim dokter independen dari RSPAD Gatot Soebroto Jakarta untuk melakukan audit maternal perinatal secara menyeluruh guna mengungkap fakta objektif di balik insiden ini.

Sumber:

UPDATE TERBARU