Tuesday 20th of October 2026
×

Simak 5 Strategi Utama Pemerintah dan Bank Indonesia Guna Mengembalikan Target Inflasi Pangan ke Batas Aman

Simak 5 Strategi Utama Pemerintah dan Bank Indonesia Guna Mengembalikan Target Inflasi Pangan ke Batas Aman

--

2. Sinergi Moneter-Fiskal Melalui TPIP dan TPID

BI memperluas cakupan jangkauan program terkini seperti Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) dan GNPIP di berbagai wilayah. Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) berperan aktif menghubungkan daerah yang mengalami surplus pasokan dengan daerah yang mengalami defisit melalui mekanisme Kerja Sama Antar-Daerah (KAD).


3. Subsidi Biaya Angkut dan Distribusi Pasokan

Guna memangkas disparitas harga akibat tingginya ongkos logistik, pemerintah mengucurkan anggaran belanja tidak terduga daerah untuk subsidi biaya angkut komoditas pangan dari hulu ke hilir. Langkah ini memastikan kelancaran distribusi komoditas sensitif seperti cabai, bawang, dan minyak goreng ke pasar-pasar konsumen utama.

Read more: Video Viral Detik-Detik Razia Kelab Malam di Jakarta, Bareskrim dan BNN Nyatakan Sejumlah Individu Positif Etomidate-Sabu

4. Perluasan Program Jaring Pengaman Sosial

Kementerian Keuangan memaksimalkan penyerapan belanja APBN Kuartal IV 2026 yang diproyeksikan mencapai Rp1.300 triliun. Alokasi dana ini dioptimalkan untuk membiayai program bantuan pangan beras berkelanjutan demi menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah dari guncangan lonjakan harga pokok harian.

5. Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Melalui mandat Presiden Prabowo Subianto, BI mengintensifkan "operasi pasar" di sektor valuta asing menggunakan tiga instrumen: Pasar Spot, DNDF, dan NDF. Penjagaan nilai tukar rupiah ini krusial untuk membentengi harga bahan pangan impor (imported inflation) seperti bahan baku pakan, gandum, dan kedelai agar tidak melonjak akibat volatilitas pasar keuangan global.

Read more: ABG Tasik Ditemukan di Apartemen PIK 2 Setelah Hilang Selama 9 Hari, Korban Pengantin Pesanan WN China

Bank Indonesia mengintensifkan intervensi di tiga pasar utama secara simultan: pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan NDF. Penjagaan stabilitas nilai tukar ini sangat krusial mengingat Indonesia masih mengimpor sejumlah bahan baku pangan dan pakan ternak penting.

Nilai tukar rupiah yang kokoh terbukti efektif mencegah penularan gejolak harga luar negeri masuk ke dalam pasar domestik. Melalui kombinasi lima strategi ini, pemerintah optimistis stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga pangan nasional dapat segera dipulihkan seutuhnya.

Sumber:

UPDATE TERBARU