Tuesday 20th of October 2026
×

Kondisi Terakhir Kamaruddin Simanjuntak Sebelum Meninggal Dunia di Rumah Sakit Pelni, Alami Gejala Napas Berdahak dan Sesak Akut

Kondisi Terakhir Kamaruddin Simanjuntak Sebelum Meninggal Dunia di Rumah Sakit Pelni, Alami Gejala Napas Berdahak dan Sesak Akut

--

OTONITY.com – Kepergian pengacara senior Kamaruddin Hendra Simanjuntak pada Senin, 19 Oktober 2026, meninggalkan duka yang mendalam bagi dunia penegakan hukum di Indonesia. Publik mengenalnya sebagai sosok yang tangguh, vokal, dan tak gentar dalam membela keadilan, terutama saat membongkar kasus besar pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo pada 2022 lalu.

Namun, di balik kegigihannya di ruang sidang dan di hadapan media, pria berusia 52 tahun ini ternyata menyimpan perjuangan panjang melawan penyakit kronis yang menggerogoti kondisi fisiknya hingga saat-saat terakhirnya.


Read more: Update Demonstrasi, 20 Oktober 2026: Ribuan Massa Gelar Aksi Demo Besar di Jakarta dan Kawasan Malioboro Yogyakarta

Pihak keluarga, terutama sang istri, Joanita Meroline Wenji, membagikan momen-momen emosional mengenai detik-detik terakhir sebelum Kamaruddin berpulang di Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat. Menurut penuturan keluarga, penurunan kondisi kesehatan almarhum terjadi dengan sangat cepat dan tidak terduga, mengingat sebelum dilarikan ke rumah sakit, ia masih beraktivitas seperti biasa dan mendampingi para kliennya.

Berdasarkan kesaksian sang istri, Joanita Meroline Wenji, dan pihak keluarga, berikut adalah kronologi dan detail kondisi medis terakhir almarhum:
  • Sempat Terlihat Segar: Kamaruddin dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Pelni pada Sabtu (17/10/2026). Saat itu, wajahnya tampak cerah dan ia mengaku tidak merasakan keluhan sakit yang berarti kepada keluarganya.
  • Mengalami Gejala Napas Berdahak: Setelah dipindahkan dari IGD ke ruang rawat inap, kondisi almarhum mendadak berubah. Ia mulai mengeluarkan suara seperti mendengkur keras akibat kesulitan mengeluarkan dahak yang menyumbat saluran pernapasannya.
  • Saturasi Oksigen Anjlok Drastis: Saat gejalanya memburuk, pihak keluarga meminta perawat untuk memeriksa kondisi medisnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tingkat saturasi oksigen di dalam tubuh Kamaruddin menurun secara drastis.

Read more: Video Viral Detik-Detik Razia Kelab Malam di Jakarta, Bareskrim dan BNN Nyatakan Sejumlah Individu Positif Etomidate-Sabu

  • Tindakan Resusitasi Jantung: Tim medis RS Pelni langsung bergerak cepat melakukan tindakan darurat berupa resusitasi jantung (pompa jantung) untuk menyelamatkan nyawanya. Namun, tubuhnya tidak merespons hingga akhirnya ia dinyatakan wafat pada Senin (19/10/2026) dini hari.
  • Riwayat Komplikasi Penyakit: Penurunan kondisi yang mendadak ini dipicu oleh masalah kesehatan kronis. Kamaruddin telah berjuang melawan penyakit gagal ginjal dan rutin menjalani prosedur cuci darah selama 2 tahun terakhir, yang kemudian diperparah oleh komplikasi infeksi paru-paru.

Sumber:

UPDATE TERBARU