Saturday 24th of February 2024
×

Sekolah Sebut Bukan Bullying! Korban Perudungan di SMA Muhammadiyah Bandar Lampung Dibawa ke RSJ

Sekolah Sebut Bukan Bullying! Korban Perudungan di SMA Muhammadiyah Bandar Lampung Dibawa ke RSJ

--

OTONITY.com -  Baru-baru ini, video viral menampilkan seorang siswi SMA di Kota Bandar Lampung yang menjadi korban bullying dengan unsur yang tidak senonoh. Korban, dengan inisial MU (18), mengungkap bahwa ia menjadi korban intimidasi oleh lima orang temannya.

Video tersebut tersebar luas di berbagai platform seperti X dan YouTube. Dalam klip yang beredar, aksi bullying terjadi di dalam kelas di mana MU dipaksa untuk melakukan adegan yang tidak pantas, yang kemudian direkam oleh salah seorang temannya.


MU mengakui bahwa ia telah menjadi korban intimidasi oleh kelima temannya. Ia menjelaskan bahwa perundungan itu berlangsung berulang kali selama lima bulan terakhir.

Baca juga: Profil Donny Adi Wiguna Mantan Caleg PSI yang Terduga Dukung Zionis Israel, Cuitan di X (Twitter) Ini Jadi Sorotan!

Ia mengalami pemaksaan untuk melakukan adegan tidak pantas, menyentuh bagian sensitif tubuhnya, bahkan dipaksa menonton film dewasa. MU juga mengungkap bahwa ia pernah dipukul, celananya dirusak, dan sering diminta uang oleh teman-temannya.

"Saya itu selain disuruh merintih, mendesah, lalu direkam. Mereka meminta saya pegang bagian dada sambil direkam," tegas MU.

Baca juga: Terkuak! Fakta Pembunuhan Fitria Oleh Alung di Ruko Kosong, Lapor Ke Keluarga Karena Kecelakaan

Dia menjelaskan bahwa aksi perundungan termasuk pemaksaan untuk melakukan adegan tidak senonoh yang direkam. MU menambahkan bahwa hampir saja kejadian tersebut berlanjut di kamar mandi, namun berakhir dengan teman-temannya melanjutkan aksinya di dalam kelas.

Ia kemudian dipaksa menonton film dewasa dan diminta untuk membuka bajunya. Bullying ini telah terjadi berulang kali selama lima bulan terakhir.

MU mengakui bahwa intimidasi dan pelecehan dialaminya setiap minggu. Ia juga sering diminta uang oleh teman-temannya. Ancaman muncul ketika ia berniat melaporkan kejadian ini ke sekolah, di mana videonya akan disebar jika ia melaporkan.

Baca juga: Bukan Hanya Jawan! Berikut Deretan Film India yang Sukses di Box Office Tahun 2023, Penggemar Wajib Nonton

Akhirnya, dengan berani, ia melaporkan kejadian ini ke sekolah.

"Saya pernah dipukul, celana pernah dirobek. Kawan yang lain tidak ada yang membela. Guru di dalam kelas juga tidak melarang." imbuhnya.

"Saya sempat laporan ke guru. Tapi tidak ada pembelaan dari sekolah," tegas MU.

Korban Dibawa ke RSJ

Kakak kandung MU, CP (24), menjelaskan bahwa adiknya mengalami dampak serius, termasuk trauma dan depresi setelah kejadian ini.

Bahkan, sejak Jumat (1/12/2023) lalu, MU tidak lagi masuk sekolah. Sekarang, ia bahkan ingin pindah sekolah. CP menambahkan bahwa sebelumnya ia sudah menghubungi sekolah untuk mencari penyelesaian, namun tidak mendapat jawaban yang memuaskan dari teman maupun pihak sekolah.

Baca juga: Profil Donny Adi Wiguna Mantan Caleg PSI yang Terduga Dukung Zionis Israel, Cuitan di X (Twitter) Ini Jadi Sorotan!

Sumber:

UPDATE TERBARU