Wednesday 28th of February 2024
×

Sekolah Sebut Bukan Bullying! Korban Perudungan di SMA Muhammadiyah Bandar Lampung Dibawa ke RSJ

Sekolah Sebut Bukan Bullying! Korban Perudungan di SMA Muhammadiyah Bandar Lampung Dibawa ke RSJ

--

"Adik saya Jumat pagi merasakan depresi hingga pukul 02.00 WIB."

"Sejak Jumat adik saya tidak masuk sekolah. Adik saya di-bully sejak beberapa hari yang lalu," tutur CP


"Tanggapan sekolah hanya bilang masih mencari benar dan salahnya. Lalu siswa lainnya dalam satu kelas tutup kuping," tegas CP.

CP juga mengungkapkan bahwa MU pernah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa karena kejadian ini. MU juga menjalani tes darah untuk mengetahui kondisinya. Keluarga korban memutuskan untuk menuntut secara hukum dan tidak ingin menyelesaikannya secara pribadi.

Baca juga: Profil Donny Adi Wiguna Mantan Caleg PSI yang Terduga Dukung Zionis Israel, Cuitan di X (Twitter) Ini Jadi Sorotan!

"Adik saya diminta masuk ke laboratorium. Tapi adik saya kata petugas tidak kenapa-kenapa. Darah adik saya kata petugas RSJ normal," jelas CP.

Baca juga: Bukan Hanya Jawan! Berikut Deretan Film India yang Sukses di Box Office Tahun 2023, Penggemar Wajib Nonton

Sekolah Membantah Perudungan

Meskipun demikian, wali kelas MU membantah adanya tindakan bullying.

Wali kelas, Oktaviani Delasani, dengan tegas membantah bahwa ada tindakan bullying terhadap MU. Menurutnya, MU memiliki kebiasaan berbicara dengan suara desahan dan dekat dengan siswa yang diduga melakukan bullying.

Terkait video yang merekam aksi MU, menurutnya bukanlah tindakan bullying. MU sengaja meminta temannya merekamnya saat ia sedang membuat video berbicara dalam bahasa Korea.

Baca juga: Film Thailand Project D Ganti Judul Jadi The Marriage, Jeff Satur Bakal Adu Akting Bareng Engfa Waraha!

Baca juga: Astaga! Produk-produk Ini Ternyata Pro Israel? Cek Daftar Produk Indomaret Alfamart yang Dukung Zi*on1s

Oktaviani juga mengungkap bahwa laporan mengenai bullying baru diterima saat kakak MU datang ke sekolah. Meskipun begitu, pihak sekolah akan mencari solusi untuk masalah ini.

"Sekolah siap memediasi untuk menyelesaikan masalah itu," kata Oktaviani.

Polisi dari Polresta Bandar Lampung juga sedang menyelidiki kasus ini. Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra, sudah meminta keterangan dari beberapa saksi. Meskipun begitu, belum ada penjelasan detail mengenai hasil penyelidikan tersebut.

Sumber:

UPDATE TERBARU