Monday 3rd of August 2026
×

Update Korban KM Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep: 5 Meninggal, 229 Selamat

Update Korban KM Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep: 5 Meninggal, 229 Selamat

--

Rekapitulasi Data Korban

Hingga proses evakuasi tahap akhir diselesaikan, tim SAR gabungan berhasil mencatat total 234 korban yang berhasil dievakuasi dari lokasi kecelakaan. Rincian data penanganan korban adalah sebagai berikut:
  • Korban Selamat: Sebanyak 229 orang dinyatakan selamat. Mayoritas korban selamat langsung dibawa menuju Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, untuk mendapatkan perawatan medis sekunder dan pemulihan trauma.
  • Korban Meninggal: Sebanyak 5 orang penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden ini. Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Surabaya untuk diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Read more: Sosok Risya Azzahra Rahimah Anak Wagup Banten Viral, Adik Ipar Beby Tsabina Diduga Pakai APBN untuk Konser!

Read more: Daftar Tarif Listrik Terbaru Agustus 2026, Cek Rincian Lengkapnya Benarkah Mengalami Kenaikan?


Read more: Runtutan Kasus Korupsi Bupati Gowa Sitti Husniah Viral, Mulai dari Hak Angket Hingga Penggelapan Dana Seragam Sekolah!

Evakuasi massal di sekitar perairan Pulau Sapudi digerakkan secara dinamis oleh kapal-kapal niaga, tanker, hingga kapal perang TNI AL yang berada di sekitar lokasi:
  • KM Meratus Pematang Siantar: Mengevakuasi 109 korban selamat dan 2 korban meninggal dunia.
  • TB Hasnur 26: Mengevakuasi 65 korban selamat dan 1 korban meninggal dunia.
  • KRI Nala-363 (TNI AL): Membantu mengamankan 30 korban selamat dan 2 korban meninggal dunia.
  • KM Transco Arafura: Menyelamatkan 17 korban selamat.
  • KM Meratus Project 3: Mengevakuasi 13 korban selamat dan 1 korban meninggal dunia.
  • Kapal Lainnya: KM Selaras Mas, KM Prakarsa Mas, KM SC Aila XVII, dan KM British Mentor ikut mengevakuasi puluhan penumpang selamat lainnya dari laut.

Investigasi awal oleh Kementerian Perhubungan menyoroti masalah carut-marutnya data manifes kapal. Petugas menemukan adanya ketidakcocokan antara data resmi perusahaan dengan jumlah riil di lapangan, termasuk penemuan lima anak kecil yang tidak tercatat dalam manifes penyeberangan.

Pemerintah menegaskan akan mengevaluasi ketat sistem manifes pelayaran ini, sementara penyebab pasti percikan api yang membakar badan kapal masih dalam penyelidikan Ditpolairud Polda Jawa Timur.

Sumber:

UPDATE TERBARU