Wednesday 5th of August 2026
×

Identitas Mayat Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok Masih Misterius, Polisi Buru Bagian Tubuh yang Hilang

Identitas Mayat Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok Masih Misterius, Polisi Buru Bagian Tubuh yang Hilang

--

OTONITY.com – Kasus penemuan jasad manusia dalam kondisi tidak utuh di sebuah lahan kosong kawasan Kapling Depkes, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, masih terus diselidiki secara intensif oleh pihak kepolisian.

Jasad berjenis kelamin pria yang diduga kuat merupakan korban pembunuhan dengan mutilasi tersebut ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan di dalam bungkusan karung beras dan plastik hitam pada Selasa, 4 Agustus 2026 sore.


Read more: Apa Itu Kimpul? Umbi Talas Viral yang Bisa Jadi Bahan Makanan Pokok Pengganti Kaya Akan Karbohidrat dan Serat Alami

Read more: Kabag Keuangan DPRD Ponorogo Resmi Jadi Tersangka Korupsi Tunjangan Rumah Rp3,6 Miliar, Puluhan Saksi Ikut Diperiksa

Hingga saat ini, identitas resmi mayat mutilasi di Depok tersebut masih berstatus misterius atau belum diketahui secara pasti. Pihak kedokteran forensik bersama tim penyidik Satreskrim Polres Metro Depok masih berupaya keras melakukan proses identifikasi ilmiah mendalam di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kronologi Penemuan: Dikira Tumpukan Sampah Sejak Juli

Berdasarkan keterangan resmi Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, fakta mengejutkan terungkap bahwa karung berisi jasad manusia tersebut sebenarnya sudah terbengkalai di lokasi kejadian sejak tanggal 24 Juli 2026.

Namun, selama hampir dua pekan, warga setempat maupun pengguna jalan yang melintas sama sekali tidak menaruh kecurigaan lantaran mengira bungkusan itu hanyalah tumpukan sampah biasa.

Penemuan mengerikan ini baru terungkap secara tidak sengaja pada Selasa sore sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, seorang warga berinisial MR berniat membersihkan lahan lapang tersebut dengan cara membakar tumpukan sampah yang menumpuk.

Sumber:

UPDATE TERBARU