Wednesday 12th of August 2026
×

Kronologi Kasus Dugaan Malpraktik RS Awal Bros Batam: Pasien Meninggal Dunia Usai Operasi Ambeien

Kronologi Kasus Dugaan Malpraktik RS Awal Bros Batam: Pasien Meninggal Dunia Usai Operasi Ambeien

--

OTONITY.com – Kasus dugaan malpraktik medis kembali menjadi perhatian publik dan menempati urutan pencarian tertinggi di media massa. Peristiwa ini terjadi di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Botania, Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau. Seorang pasien wanita berusia 24 tahun dilaporkan mengalami koma berkepanjangan hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah menjalani tindakan operasi ambeien atau wasir.

Pihak keluarga korban didampingi kuasa hukum kini telah resmi membawa kasus ini ke jalur hukum guna menuntut transparansi dan pertanggungjawaban atas kejanggalan penanganan medis yang dialami oleh korban.


Read more: Perempuan Asal Banyuwangi Tewas Usai Mengalami KDRT Oleh Sang Suami, Polisi Masih Selidiki Motifnya

Read more: Profil Lengkap Newport, Merek Miras Buatan Orang Tua (OT) Group yang Sedang Viral usai Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha

1. Identitas Korban dan Riwayat Awal Perawatan

Pasien yang menjadi korban dalam dugaan kelalaian medis ini diketahui bernama Dewi Sartika Sitinjak, seorang perempuan berusia 24 tahun. Berdasarkan informasi resmi dari pihak perwakilan keluarga, korban awalnya mendatangi rumah sakit swasta tersebut untuk menjalani penanganan atas keluhan penyakit ambeien yang dideritanya.

  • Jadwal Tindakan Medis: Tindakan operasi terhadap korban dijadwalkan dan dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2026 malam hari.
  • Kondisi Awal Pascaoperasi: Berdasarkan catatan keluarga, kondisi fisik korban pada dua jam pertama setelah keluar dari ruang operasi tergolong sangat stabil, sehat, dan bahkan dilaporkan sempat melakukan panggilan video dengan kerabatnya secara normal.

Kondisi kesehatan pasien dilaporkan merosot tajam secara tiba-tiba sesaat setelah dipindahkan dari ruang pemulihan menuju ruang rawat inap rumah sakit. Menurut kuasa hukum keluarga korban, Jenris Sihombing, petaka medis tersebut diduga kuat bermula ketika seorang perawat piket memberikan tindakan suntikan berturut-turut.

Sumber:

UPDATE TERBARU