Harapan Tumbang! Orang Tua Bayar Rp650 Juta untuk Masuk Kedokteran Unsoed, Anaknya Tetap Gagal
--
Read more: Rektor Unsoed Terkena OTT KPK, Diduga Terima Suap Terkait Penerimaan Mahasiswa Baru
Read more: Nandasya Desfitriani Meninggal Dunia Karena Sakit Apa? Usia dan Profilnya Jadi Sorotan
Situasi itu kemudian disampaikan kepada Norman. Untuk mengembalikan dana kepada orang tua calon mahasiswa, Norman diduga meminjam uang dari pihak swasta. Langkah tersebut disebut dilakukan dengan sepengetahuan Akhmad Sodiq.
KPK selanjutnya menduga muncul skema untuk mengganti uang pinjaman tersebut melalui pekerjaan di lingkungan Unsoed. Norman bersama Dian, Adhi, dan Mulyono alias Nono diduga menjanjikan pembayaran dari pencairan tiga paket proyek kampus, yakni pengadaan kanopi, renovasi kantin, serta pengecatan gedung.
"NAP melalui DMW, AW, dan MYN selaku pihak swasta sekaligus keponakan ASO, menjanjikannya dengan membayar melalui pencairan 3 paket proyek di lingkungan Unsoed, yaitu pengadaan kanopi, renovasi kantin, dan pengecatan gedung," kata Taufik.
Menurut KPK, ketiga pekerjaan tersebut telah dikerjakan oleh perusahaan milik Mulyono. Setelah pekerjaan selesai, mekanisme pencairan pembayaran diduga dialihkan kepada pihak swasta yang sebelumnya memberikan pinjaman untuk mengembalikan uang kepada keluarga calon mahasiswa.
Itu dia informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat dan update berita terbaru melalui Otonity.com!