Klarifikasi Juicy Luicy Usai Batal Manggung di Batam, Siap Ungkap Bukti Hingga Tempuh Jalur Hukum!
--
OTONITY.com - Grup musik Juicy Luicy akhirnya mengeluarkan klarifikasi resmi terkait pembatalan penampilan mereka di Batam, sebuah insiden yang telah memicu diskusi panas di media sosial.
Grup asal Bandung ini menegaskan bahwa keputusan untuk tidak tampil diambil karena penyelenggara berulang kali melanggar kesepakatan dan gagal memenuhi kewajiban dasar.
Melalui akun Instagram resmi mereka, Juicy Luicy berusaha meluruskan narasi yang secara tidak adil menempatkan mereka dalam posisi negatif. Mereka menekankan bahwa tindakan mereka sepenuhnya berdasarkan kesepakatan awal, yang gagal dipatuhi oleh penyelenggara acara.
"Beberapa hari ini menjadi hari yang cukup berat buat kami, Juicy Luicy, karena narasi dan fakta yang dengan mudahnya diputarbalikkan dan ditujukan kepada kami," tulis Juicy Luicy dalam pernyataan yang diunggah di Instagram.
"Semua yang kami lakukan semata-mata hanya mengikuti tata cara yang sudah disepakati bersama dari awal, namun tidak diindahkan oleh penyelenggara," lanjut mereka.
Informasi yang dilansir dari tribunnews.com, Tim Juicy Luicy telah menghadapi masalah komunikasi dan ketidakpastian terkait logistik sejak seminggu sebelum pertunjukan yang dijadwalkan.
Janji mengenai pembayaran akhir dan pengaturan transportasi yang telah dikonfirmasi dari Bandung ke Batam tetap belum terselesaikan dan tidak jelas.
"Proses yang sungguh melelahkan. Setiap hari kami menagih pelunasan dan kepastian sejak H-7 acara, yang di mana seharusnya sudah diselesaikan. Kadang digantung, seringnya tidak dibalas. Hal ini jarang sekali kami temui di bertahun-tahun kerja sama kami dengan ratusan penyelenggara lain," jelas mereka.
Situasi tersebut tidak membaik bahkan ketika tanggal keberangkatan semakin dekat. Meskipun biaya pertunjukan akhirnya dibayarkan, dokumen perjalanan penting tidak pernah diberikan sepenuhnya.
“Setelah kami kerja terus-menerus, akhirnya pelunasan biaya tampil dilakukan 18 jam sebelum waktu keberangkatan kami ke Batam. Itu pun tidak beserta tiket, kelengkapannya, dan bukti penginapan sesuai kesepakatan. Hampir tiap jam kami menagih penyelenggara, namun selalu mendapat jawaban yang sama, ‘sebentar’ atau semacamnya,” jelas Juicy Luicy.
Ketidakpastian ini menempatkan tim dalam posisi sulit, mengingat mereka harus melakukan perjalanan darat dari Bandung ke Bandara Soekarno-Hatta sebelum terbang ke Batam.
“Jam 8 malam lewat, waktu keberangkatan makin dekat. Kami beserta tim produksi harus segera mendapat kepastian berangkat atau tidak karena posisi kami di Bandung, sedangkan penerbangan dari Soekarno-Hatta. Namun, lagi-lagi ini tidak dihiraukan oleh penyelenggara,” kata tim Juicy Luicy.
Masalah Kelebihan Bagasi dan Keputusan untuk Membatalkan
Saat tengah malam mendekat, dokumen penerbangan yang diberikan oleh penyelenggara masih terbukti bermasalah. Selain tiket pulang dan detail akomodasi yang hilang, masalah biaya kelebihan bagasi membengkak karena panitia secara sepihak mengganti maskapai penerbangan.
“Dengan sedikit ketegasan bahwa kami tidak akan berangkat tanpa kejelasan tiket, akhirnya penyelenggare mengirimkan kami di pukul 22.26, namun belum melampirkan beberap hal seperti bukti penginapan 2 malam, tiket kepulangan, dan tentu saja pre-paid bagasi ekstra yang jelas tercantum pada riders, yang akhirnya menjadi sorotan akhir-akhir ini,” ungkap Juicy Luicy.
“Kami melakukan pengecekan di web airlines bahwa harga pre-paid baggage sekitar 44 juta (perlu diketahui bahwa ekstra bagasi ini menjadi banyak karena penyelenggara memindahkan kami ke airlines yang hanya memiliki jatah 15 kg/orang sehingga ekstra bagasinya menjadi besar),” tambah mereka.
Panitia kemudian menawarkan pembayaran sebagian dan berjanji untuk melunasi sisanya setelah tim tiba di bandara. Namun, mengingat sejarah janji-janji yang tidak ditepati, Juicy Luicy memutuskan untuk tidak mengambil risiko.
“Tepat di tengah malam, penyelenggara kemudian menawarkan untuk melakukan pembayaran 26 juta terlebih dahulu agar kami segera berangkat menuju bandara Soekarno-Hatta. Sisanya akan dilunasi ketika kami sampai di bandara. Lagi-lagi semua hanya janji semata,” jelas mereka.
“Bagaimana mungkin kami percaya bahwa penyelenggara akan membayarkan angka yang sangat besar tersebut setelah kami dibohongi berkali-kali? Karena itu kami memutuskan untuk tidak pergi ke Batam di hari Sabtu itu,” kata Juicy Luicy.
Permintaan Maaf dan Rencana Donasi
Meskipun merasa dirugikan, Juicy Luicy mengakui dampak pembatalan ini terhadap penggemar musik mereka. Mereka menyampaikan permintaan maaf terdalam kepada semua penggemar yang telah membeli tiket.
“Kami mengerti kekecewaan para penggemar yang telah membeli tiket untuk menonton kami, untuk mereka, maaf yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati kami.”
Read more: Gas! Intip Jadwal Manggung Koko Seto Rawon September 2026 yang Mau Nonton Langsung Catat Schedulenya
"Kami pun jauh sekali dari sepurna sebagai manusia, sehingga seringkali terucap kata-kata dan terdapat perilaku kami yang kurang pantas, untuk itu, dengan segala kerendahan hati kami juga minta maaf,” tegas Juicy Luicy.
Kendati demikian, Juicy Luicy menolak untuk bertanggung jawab atas kerugian atau konsekuensi apa pun yang dialami penyelenggara akibat kelalaian mereka sendiri.
"Namun, apakah perlu kami meminta maaf untuk konsekuensi yang dihadapi penyelenggara atas perbuatan dan kelalaiannya sendiri?" tegas Juicy Luicy.
Menangapi beragam reaksi publik setelah kejadian ini, pihak band mengaku telah mengantongi seluruh data transaksi dan siap membuktikannya di muka hukum jika diperlukan.
“Kami memiliki semua bukti dan bersedia apabila penyelenggara akan membawa ini ke jalur hukum,” tutupnya.
Sayangnya, iktikad awal Juicy Luicy untuk menyelesaikan masalah ini dengan tenang justru direspon negatif oleh oknum tertentu yang melakukan tindakan intimidasi.
"Kami yang berniat baik hati untuk tidak memperpanjang masalah ini malah mendapatkan ujaran kebencian, perentasan dan teror yang entah siapa pelakunya."
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan untuk menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud mengambil keuntungan dari sisa dana yang sempat menawarkan, Juicy Luicy memutuskan untuk menyampaikan seluruh dana tersebut sebagai bantuan sosial.
"Kamipun tidak berniat untuk menikmati sisa pembayaran penyelenggara, amka dari itu, kami akan menyumbangkan 100?na tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan di Batam, buktinya akan kami sertakan apabila telah selesai dilakukan."