Wednesday 30th of September 2026
×

Profil Purnomo Polisi Baik yang Kini Viral, Diduga Dicurigai Pajak Hingga Tutup Monestasi YouTube!

Profil Purnomo Polisi Baik yang Kini Viral, Diduga Dicurigai Pajak Hingga Tutup Monestasi YouTube!

--

OTONITY.com - Ipda Purnomo—seorang anggota polisi yang dikenal karena inisiatif sosialnya dan julukan "Purnomo Polisi Baik"—menjadi sorotan publik setelah mengumumkan rencananya untuk menutup saluran YouTube pribadinya.

Keputusan ini kabarnya dipicu oleh kecurigaan terkait penghasilan yang ia peroleh dari media sosial.


Purnomo menyampaikan pengumuman tersebut melalui akun Instagram-nya pada hari Senin (28 September 2026). Ia menyatakan bahwa mulai bulan depan, ia tidak akan lagi menggunakan saluran YouTube tersebut dan beralih fokus membuat video pendek yang mendorong tindakan kebaikan.

Read more: Siapa Wakil Rektor IT&B Karo yang Tewas Dibunuh? Pelaku Kini Diringkus Kepolisian!

Purnomo juga meminta maaf atas video atau pernyataan apa pun selama kiprahnya di media sosial yang mungkin dianggap keliru atau tidak pantas.

"Saya mohon maaf jika ada salah video dan atau salah ucap selama bermain media sosial," tulisnya.

Keputusan ini diambil menyusul sebuah video di mana Purnomo menceritakan kunjungan dari seseorang yang kabarnya memantau penghasilan media sosialnya. Dalam video tersebut, Purnomo menyebutkan bahwa ia bahkan telah memberikan akses ke rekening banknya agar tamu tersebut dapat memverifikasi penghasilan yang diperoleh dari aktivitas media sosialnya.

"Sore ini saya kedatangan seorang tamu yang mengaku dari pihak yang sering mengecek penghasilan saya dari media sosial. Hari ini saya sampaikan langsung rekening saya biar dicek penghasilan saya dari media sosial berapa biar tahu kalau keluar masuknya uang dari rekening saya," ujar Purnomo.

"Kalau seandainya masih ada untung, tak suruh ngambil, tapi kalau hasil dari media sosial kurang untuk kegiatan bersedekah saya, mudah-mudahan pihak itu yang mau nanya-nanya mau membantu dan mau nambahi uang untuk kegiatan sosial saya," tambahnya.

Komedian Sule turut menanggapi unggahan Purnomo melalui kolom komentar di akun Instagram-nya, @ferdinand_sule. Sule mengungkapkan bahwa ia pernah mengalami situasi serupa, seraya mencatat bahwa penghasilan YouTube sering kali dinilai berdasarkan judul atau informasi yang dibuat oleh pihak lain—detail yang, menurut pandangannya, tidak selalu mencerminkan kenyataan yang sebenarnya.

"Sama pak ditanyain terus, lihatnya dari judul yang orang spekulasi buat penghasilan kita di YouTube, padahal mah gak sesuai, ampun dah," tulis Sule.

Insiden yang diceritakan Purnomo memicu spekulasi di kalangan warganet mengenai alasan penutupan saluran YouTube-nya, termasuk teori yang melibatkan pihak otoritas pajak. Namun, dalam video yang ia bagikan, Purnomo tidak secara eksplisit menyatakan bahwa salurannya ditutup karena masalah pajak.

Purnomo kemudian memberikan klarifikasi melalui unggahan baru pada hari Selasa (29 September). Ia menyatakan bahwa orang-orang yang menemuinya bukanlah petugas pajak.

Read more: Group WA FT UGM Berisi Pencabulan Viral di Media Sosial, UGM Mengambil Langkah Tegas Penonaktifan!

"Saya sampaikan sekali lagi saya tidak didatangi orang pihak pajak," ujar Purnomo.

"Alhamdulillah saya sekeluarga taat pajak," tambahnya.

Sementara itu, terkait penutupan saluran YouTube, ia mengklarifikasi bahwa ia tidak menutupnya secara total. Purnomo hanya berniat menonaktifkan monetisasi, yang berarti video yang diunggah tidak akan lagi menghasilkan pendapatan AdSense.

Ia menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga niat awalnya dan mengakhiri spekulasi lebih lanjut.

"Insyaallah mulai awal bulan depan, bulan Oktober 2026, saya akan menonaktifkan pendapatan saya dari media sosial, khususnya dari akun channel Youtube 'Purnomo Belajar baik'," kata Purnomo.

Profil Purnomo, Sosok Polisi Baik

Inspektur Polisi Dua (Ipda) Purnomo adalah anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang bertugas di Lamongan, Jawa Timur, dan dikenal masyarakat luas berkat kegiatan sosialnya di luar tugas kedinasan kepolisian.

Lahir di Lamongan pada tahun 1980, Purnomo menikah dengan Lilik Ika dan dikaruniai tiga orang anak. Ia dikenal sebagai anggota Polres Lamongan yang aktif berinteraksi dengan masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu dan mereka yang membutuhkan perhatian serta bantuan.

Melalui berbagai kegiatannya, Purnomo kerap membantu warga yang sedang mengalami kesulitan. Ia sering memberikan bantuan kepada anak-anak yatim piatu serta memberikan perhatian dan bantuan kepada individu dengan gangguan jiwa.

Berbagai sumber yang mendokumentasikan kiprahnya mencatat bahwa Purnomo sebelumnya menjabat sebagai Kepala Unit Pembinaan Polisi Masyarakat (Kanit Binpolmas) di bawah Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Lamongan.

Purnomo kemudian semakin dikenal luas berkat kegiatannya dalam aksi sosial yang rutin ia bagikan di media sosial. Ia memanfaatkan berbagai platform untuk mendokumentasikan upayanya membantu masyarakat melalui akun bernama @purnomopolisibaik.

Inisiatif sosialnya dikabarkan bermula dari kepeduliannya terhadap seorang janda lanjut usia yang hidup dalam kemiskinan. Ia menuturkan bahwa bantuan yang diberikan kepada janda tersebut mendapat tanggapan positif dari masyarakat, yang kemudian mendorongnya untuk terus melakukan kegiatan serupa.

Berawal dari langkah sederhana tersebut, Purnomo memperluas kiprah sosialnya hingga akhirnya mendirikan sebuah yayasan. Ia juga mulai menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim serta membantu individu dengan gangguan jiwa yang membutuhkan perawatan dan dukungan.

Read more: Kasus Tabrakan Maut KA Bromo Berlanjut, Masinis KA Anggrek Kini Dijadikan Tersangka!

Menurut Purnomo, kemampuan dan kesempatan yang dimilikinya sebagai anggota kepolisian seharusnya dapat digunakan untuk membantu orang lain karena ODGJ tetap merupakan manusia yang memiliki hak untuk diperlakukan secara layak dan manusiawi.

Kepedulian Purnomo terhadap ODGJ kemudian berkembang menjadi salah satu bagian paling dikenal dari aktivitas sosialnya. Ia membuat Yayasan Sosial Berkas Bersinar Abadi yang secara resmi berdiri pada tanggal 5 Mei 2017.

Yayasan tersebut menjadi tempat Purnomo dan para pengurus memberikan pendampingan kepada ODGJ. Aktivitas yang dilakukan antara lain merawat, memberi makan, memandikan, serta membantu ODGJ agar dapat kembali menjalani kehidupan bersama keluarga.

Sumber:

UPDATE TERBARU