Tuesday 20th of October 2026
×

Suarakan Jeritan Rakyat Kecil: Kritik Keras Tata Kelola Ekonomi Nasional, Ini Alasan Mahasiswa Gelar Demo Besar Hari Ini

Suarakan Jeritan Rakyat Kecil: Kritik Keras Tata Kelola Ekonomi Nasional, Ini Alasan Mahasiswa Gelar Demo Besar Hari Ini

--

OTONITY.com – Gelombang aksi unjuk rasa yang memadati jalan-jalan protokol di Jakarta dan Yogyakarta hari ini membawa agenda besar yang konkret. Ribuan massa dari elemen Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat), PMII, serta berbagai aliansi masyarakat sipil berkumpul dengan satu suara: menuntut perbaikan menyeluruh di berbagai sektor publik.

Momentum dua tahun masa jabatan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini dijadikan refleksi kritis atas kebijakan nasional yang dinilai belum berpihak pada rakyat kecil.


Aparatus keamanan yang menerjunkan sedikitnya 9.505 personel gabungan di ibu kota menjadi bukti besarnya skala gerakan ini. Di tengah penjagaan ketat di depan Gedung DPR/MPR RI, kawasan Monas, dan Bundaran HI, massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi yang merangkum kegelisahan publik.

Read more: Review Honor X6c Cek Harga dan Spesifikasinya, Dilengkapi Fitur Khusus yang Cocok Banget Buat Kamu yang Hobi Main ke Museum

Terdapat lima poin tuntutan utama yang menjadi dasar pergerakan massa hari ini, mencakup masalah ekologi, stabilitas ekonomi, hak asasi manusia, pemberantasan korupsi, hingga keterjangkauan fasilitas hidup mendasar.

Fokus Utama Gerakan: Dari Krisis Iklim Hingga Kebebasan Sipil

Tuntutan pertama yang disuarakan dengan lantang adalah komitmen pemerintah terhadap kelestarian lingkungan hidup. Aliansi mahasiswa mendesak pemerintah untuk segera menetapkan status bencana nasional bagi wilayah-wilayah yang berulang kali dilanda banjir besar serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kehancuran ekologis ini dinilai bukan lagi sekadar faktor alam, melainkan dampak nyata dari lemahnya pengawasan terhadap korporasi nakal. Massa menuntut pemulihan kesehatan warga terdampak serta sanksi hukum berat dan pencabutan izin bagi perusahaan perusak lingkungan.

Read more: Profil dan Biodata Krisman Bernard Riwu Kore, Bupati Sabu Raijua yang Dilaporkan Atas Dugaan Mencekik Nelayan

Sumber:

UPDATE TERBARU