Begini Kronologi Jenazah Mahasiswa Tertinggal di Bandara Kupang, Keluarga Panik Almarhum Tak DItemukan Usai Pesawat Mendarat
--
OTONITY.com - Berikut ini adalah ulasan mengenai informasi yang belakangan ini santer beredar di media sosial terkait dengan jenazah mahasiswa tertinggal di bandara Kupang. Mari simak faktanya yang wajib kamu tau di bawah ini hingga usai!
Baru-baru ini diberitakan bahwa jenazah mahasiswa asal Kabupaten Lembata, Blasius Avelino Kebingin (25), tertinggal di Bandara El Tari Kupang ketika transit menuju Larantuka, Flores Timur, Senin (3/8/2026). Peristiwa ini terjadi dalam penerbangan pengangkutan jenazah dari Jakarta.
Diketahui bahwa almarhum Blasius ini warga Desa Watokobu, Kecamatan Nubatukan, Lembata, yang meninggal dunia di kosnya di Jakarta akibat sakit pada Sabtu (1/8/2026). Sebelum diberangkatkan, jenazah sempat dibawa ke RSUD Pasar Rebo.
Read more: Link Video Sofa Merah Ruang Tamu Banyuwangi Viral, Dua Sejoli Kini Resmi Dinikahkan!
Kronologi Jenazah Mahasiswa Tertinggal di Bandara Kupang
Jenazah almarhum saat itu dipindahkan dengan Lion Air rute Jakarta menuju Larantuka via Kupang. Perjalanan ini turut didampingi oleh adik kandung korban, Sandro Kebingin, serta sepupunya, Jansen Kebingin.
Ketika sampai di Bandara El Tari Kupang, pendamping melapor ke petugas maskapai terkait penerbangan lanjutan ke Larantuka menggunakan Wings Air. Namun, petugas meminta pendamping langsung ke ruang tunggu keberangkatan.
"Kami sudah melapor kalau membawa jenazah. Petugas bilang nanti jenazah mereka yang urus untuk dipindahkan ke pesawat tujuan Larantuka, jadi kami diminta langsung ke ruang tunggu" ujar Jansen.
Jansen menyebutkan bahwa pihak maskapai sebelumnya meyakinkan pemindahan kargo dilakukan secara otomatis pada setiap titik transit. Kedua pendamping baru menyadari peti jenazah tidak ada di dalam pesawat setelah mendarat di Bandara Gewayantana Larantuka. Pihak keluarga yang telah berkumpul di Larantuka dan Lewoleba terpaksa menunggu tanpa kepastian.