Thursday 13th of August 2026
×

900 Karyawan Pabrik Sepatu di Lebak Terancam PHK, Pabrik Diduga Akan Segera Pindah!

900 Karyawan Pabrik Sepatu di Lebak Terancam PHK, Pabrik Diduga Akan Segera Pindah!

--

OTONITY.com - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali melanda sektor industri. Kali ini, kabar yang meresahkan datang dari Lebak, Banten, di mana sebuah pabrik sepatu dikabarkan bersiap meninggalkan wilayah tersebut dan memindahkan fasilitas produksinya ke Jawa Tengah.

Rencana ini membuat nasib sekitar 900 pekerja di PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Rangkasbitung menjadi tidak menentu. Serikat pekerja bahkan mengindikasikan bahwa perusahaan berpotensi melakukan PHK massal mulai September 2026.


Read more: Profil Blue Pongtiwat, Diduga Pacar Baru Lisa BLACKPINK Viral Usai Ketahuan Dinner Bareng!

Read more: Inilah Daftar Daerah Pemutihan Pajak Kendaraan Agustus 2026, Dapat Potongan Hingga Keringanan Biaya!

Rully Chaeruliyanto, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak, membenarkan bahwa manajemen PT PWI 6 berniat memindahkan fasilitas produksinya dari Lebak ke wilayah lain dalam waktu dekat.

"Rencananya sih kabarnya ke daerah Jawa, belum tahu pastinya dimana. Mereka di sana punya lahan sendiri, sementara di Rangkasbitung hanya menyewa," ujar Rully saat dimintai konfirmasi pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Rully mengungkapkan bahwa salah satu alasan relokasi perusahaan sepatu tersebut adalah tekanan biaya operasional di tengah kenaikan upah minimum yang terus terjadi di Kabupaten Lebak.

Relokasi ke wilayah dengan upah minimum yang lebih rendah dibandingkan Lebak diharapkan dapat membantu perusahaan menekan biaya operasional.

"Upahnya di sana masih jauh lebih murah dari kita, makanya akhirnya mereka memilih pindah," ungkapnya.

Read more: Profil Revnaldo Ega Siahaan, MC Booth Newport yang Diduga Challenge Surah Ad-Duha Berhadiah Miras

Selain tekanan biaya, kepindahan ini juga dikaitkan dengan iklim investasi di Lebak. Ia mencatat bahwa meskipun Pemerintah Kabupaten Lebak terus melakukan perbaikan, wilayah lain menawarkan keuntungan berupa minimnya gangguan eksternal.

Sumber:

UPDATE TERBARU