Saturday 12th of September 2026
×

Video Biksu Thailand dan Asistennya Bocor di Telegram Viral, Tuai Kecaman Kini Diamankan Polisi Setempat!

Video Biksu Thailand dan Asistennya Bocor di Telegram Viral, Tuai Kecaman Kini Diamankan Polisi Setempat!

--

OTONITY.com - Penangkapan seorang kepala biara di Ayutthaya, Thailand, pada 10 September 2026, telah mengungkap skandal yang mengejutkan.

Selain tuduhan penyalahgunaan dana kuil dalam jumlah yang sangat besar, polisi menemukan rekaman CCTV dari tempat tinggalnya yang memperlihatkan dirinya sedang melakukan tindakan tidak pantas dengan seorang wanita.


Kepala biara yang dimaksud adalah Phra Vajirayan—yang lebih dikenal sebagai Luang Por Chot—berusia 66 tahun. Ia ditangkap bersama seorang wanita yang diidentifikasi sebagai asistennya, Punyavee Rungrueang (47).

Read more: Penyebab Tewasnya Serda Ahmad Muzammul Tuai Kontroversi, Diduga Diayania 4 Seniornya Viral!

Kasus ini bermula dari laporan mengenai dugaan penyalahgunaan dana milik Wat Phutthaisawan, sebuah kuil kerajaan kuno di distrik Mueang, Ayutthaya.

Menurut Bangkok Post, dana yang disalahgunakan tersebut mencapai 100 juta baht. Berdasarkan perkiraan nilai tukar dari sumber tersebut, jumlah ini setara dengan sekitar S$3,8 juta, atau lebih dari Rp1,9 triliun (dihitung dengan kurs Rp500 per baht).

Namun, angka keuangan tersebut bukanlah satu-satunya aspek yang menarik perhatian dalam kasus ini.

Temuan CCTV yang Mengejutkan di Tempat Tinggal Kepala Biara

Sebagaimana dilaporkan oleh Bangkok Post, Natthasak Chaowanasai, Komisaris Biro Investigasi Pusat Thailand, menyatakan bahwa polisi menggerebek kediaman Phra Vajirayan sekitar pukul 06.00 pagi menyusul adanya aduan.

Selama penggeledahan, penyidik menemukan rekaman kamera pengawas dari dalam kamar kepala biara tersebut. Rekaman itu memperlihatkan Phra Vajirayan bersama seorang wanita dalam situasi yang dianggap tidak pantas bagi seorang biksu.

Polisi mencatat bahwa aktivitas tersebut terjadi di atas meja yang biasanya digunakan untuk makan. Rekaman CCTV tersebut kemudian menjadi bagian dari bukti yang diperiksa selama penyelidikan.

Dugaan Penyalahgunaan Dana Berlangsung Selama Lebih dari Dua Tahun

Di balik skandal pribadi tersebut, penyelidikan polisi sebenarnya bermula dari dugaan pelanggaran keuangan. Phra Vajirayan diduga telah menerbitkan lebih dari 20 kuitansi sumbangan tidak resmi atas nama kuil selama kurun waktu lebih dari dua tahun.

Polisi menduga bahwa tidak semua dana yang terkumpul disetorkan ke rekening resmi kuil. Penyidik meyakini bahwa sebagian dari hasil penjualan barang-barang keagamaan—termasuk jimat atau talisman Buddha—dialihkan melalui entitas lain dan rekening pribadi.

Penyelidikan juga mengindikasikan bahwa sebuah yayasan digunakan untuk menampung atau mentransfer sebagian dana tersebut. Akibatnya, perkiraan kerugian finansial mencapai sekitar 100 juta baht.

Puluhan Juta Baht Mengalir Melalui Rekening Sang Asisten

Read more: Identitas Pemeran Video Viral Tante Ngajak Ponakan Main 16 Detik Bikin Netizen Penasaran, Ternyata Ini Sosoknya

Punyavee Rungrueang kemudian turut terseret dalam penyelidikan ini. Wanita berusia 47 tahun tersebut diduga membantu mengelola atau menyembunyikan aliran dana yang dimaksud.

Polisi menyatakan bahwa puluhan juta baht beredar melalui rekening bank Punyavee setiap tahunnya. Akibat dugaan keterlibatannya, Punyavee ditangkap atas tuduhan membantu seorang pejabat negara dalam melakukan kegiatan ilegal.

Berdasarkan sistem di Thailand, banyak biksu menerima tunjangan bulanan dari pemerintah, sehingga mereka dapat dikategorikan sebagai pejabat negara untuk tujuan hukum tertentu.

Sumber:

UPDATE TERBARU