Terjadi 23 Gempa di Gunung Kelud Kediri dalam Kurun Waktu 12 Hari, PVMBG Ungkap Aktivitas Terbaru Gunung Api
--
OTONITY.com - Aktivitas Gunung Kelud kembali menjadi sorotan setelah tercatatnya beberapa gempa bumi di sekitar gunung berapi yang membentang di wilayah Kediri, Blitar, dan Malang tersebut. Data dari Pos Pengamatan Gunung Api Kelud menunjukkan bahwa setidaknya 23 gempa tektonik jauh tercatat antara tanggal 1 hingga 12 September 2026.
Menurut akun TikTok @jejak.lensa57, tingkat aktivitas Gunung Kelud saat ini masih berada pada Level I (Normal). Laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api Kelud untuk tanggal 12 September 2026 (pukul 00.00–24.00 WIB) mencatat dua kejadian gempa tektonik jauh dengan amplitudo berkisar antara 4 hingga 40 milimeter.
Sementara itu, pemantauan visual menunjukkan bahwa Gunung Kelud terlihat jelas dari lokasi pengamatan; tidak ada asap kawah yang teramati selama periode tersebut. Kondisi danau kawah juga terlihat jelas melalui kamera CCTV yang digunakan untuk memantau aktivitas gunung berapi tersebut.
Informasi yang dilansir dari jatimnetwork.com, Hasil pengamatan menunjukkan air danau kawah tetap berwarna hijau. Gelembung pada permukaan danau juga terlihat, meskipun samar. Suhu air danau kawah Gunung Kelud tercatat sebesar 28,62 derajat Celsius.
Budi Prianto, petugas pemantau dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Gunung Kelud, menjelaskan bahwa terjadinya gempa tektonik lokal tidak secara langsung mengindikasikan adanya peningkatan status kewaspadaan gunung berapi.
"Kalau di laporan PGA tertulis gempa tektonik lokal tiga kali, itu belum berarti status naik," ujarnya.
Menurut Budi, perubahan status akan mempertimbangkan berbagai indikator lain terkait peningkatan aktivitas vulkanik.
"Status akan naik kalau PVMBG melihat gempa vulkanik naik drastis, terus-menerus, dan didukung data deformasi, gas, dan lain-lain," jelasnya.
Sebelumnya, empat gempa tektonik jauh tercatat di sekitar Gunung Kelud pada tanggal 8 September 2026 (pukul 00.00–24.00 WIB).
Kendati demikian, Ariyanto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, mengimbau masyarakat untuk tidak panik menanggapi informasi yang berasal dari sumber yang tidak terverifikasi. Namun, kewaspadaan harus tetap dijaga karena aktivitas vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu.