Wednesday 16th of September 2026
×

Aktivitas Gunung Kelud Terbaru Diungkap PVMBG, Sempat Terjadi 23 Gempa Tektoknik dalam Waktu 12 Hari!

Aktivitas Gunung Kelud Terbaru Diungkap PVMBG, Sempat Terjadi 23 Gempa Tektoknik dalam Waktu 12 Hari!

--

OTONITY.com - Aktivitas Gunung Kelud—yang terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang—kembali menarik perhatian setelah tercatatnya beberapa gempa tektonik di sekitar gunung berapi tersebut.

Data dari Pos Pengamatan Gunung Kelud mencatat setidaknya 23 gempa tektonik jauh antara tanggal 1 September hingga 12 September 2026. Kendati demikian, tingkat aktivitas Gunung Kelud saat ini masih berada pada Level I atau status "Normal".


Read more: Menguak Kasus Tanah Atalarik Syach yang Dieksekusi PN Cibinong, Tak Terima Hingga Lapor ke DPR

Laporan dari Pos Pengamatan Gunung Kelud untuk tanggal 12 September 2026 (mencakup periode pukul 00.00 hingga 24.00 WIB) mencatat dua gempa tektonik jauh dengan amplitudo berkisar antara 4 hingga 40 milimeter.

Pengamatan visual menunjukkan Gunung Kelud terlihat jelas dari lokasi pemantauan. Tidak ada asap kawah yang teramati selama periode tersebut. Kondisi danau kawah juga terpantau jelas melalui kamera CCTV yang digunakan untuk memantau aktivitas gunung berapi.

Air danau kawah tetap berwarna hijau, dengan gelembung-gelembung kecil yang tampak di permukaannya. Suhu air danau tercatat sebesar 28,62 derajat Celsius.

Budi Prianto, petugas pemantau dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Gunung Kelud, menegaskan bahwa terjadinya gempa tektonik lokal tidak serta-merta menandakan adanya peningkatan status gunung berapi.

"Kalau di laporan PGA tertulis gempa tektonik lokal tiga kali, itu belum berarti status naik," ujarnya.

Menurut Budi, setiap perubahan status akan mempertimbangkan berbagai indikator lain yang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.

Read more: Cek Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027, Sudah Punya Rencana Liburan?

"Status akan naik kalau PVMBG melihat gempa vulkanik naik drastis, terus-menerus, dan didukung data deformasi, gas, dan lain-lain," jelasnya.

Sebelumnya, pada tanggal 8 September 2026 (pukul 00.00–24.00 WIB), empat gempa tektonik jauh tercatat di sekitar Gunung Kelud.

Sementara itu, Ariyanto, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, mengimbau masyarakat untuk tidak panik menanggapi informasi dari sumber yang tidak terverifikasi. Meski demikian, kewaspadaan harus tetap dijaga karena aktivitas vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu.

Sumber:

UPDATE TERBARU