Friday 25th of September 2026
×

Korban Keracunan MBG Batang Capai 460 Orang, Wakil Bupati Batang Minta SPPG Patuhi SOP Hingga Soroti Olahan Telur

Korban Keracunan MBG Batang Capai 460 Orang, Wakil Bupati Batang Minta SPPG Patuhi SOP Hingga Soroti Olahan Telur

--

OTONITY - Berikut adalah informasi mengenai Keracunan MBG Batang yang sedang ramai di media sosial. Simak terus artikel di bawah ini biar kamu nggak ketinggalan informasi lengkapnya!

Kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program utama dari Presiden ini terus memakan korban setiap harinya. Kali ini kasus keracunan menimpa ratusan siswa di Batang, Jawa Tengah.

Keracunan MBG Batang


Jumlah warga yang diperiksa karena diduga keracunan makanan setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus meningkat. Hingga Kamis malam (24 September 2026), 460 orang telah diperiksa di berbagai puskesmas.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, hingga pukul 21.00 WIB pada hari Kamis, dari 460 warga yang diperiksa, 157 memerlukan rujukan, 283 dirawat rawat jalan, dan 20 masih dirawat di Puskesmas Bawang.

Ratusan pasien yang dirujuk atau memerlukan rawat inap menerima perawatan di berbagai puskesmas di wilayah Batang. Termasuk 77 di Rumah Sakit Umum Daerah Batang, 48 di Rumah Sakit Umum Daerah Limpung, 17 di Puskesmas Subah, 8 di Puskesmas Gringsing 1, dan 7 di Puskesmas Bandar 1.

Read more: Jenazah ABK Kapal 5 Jurnalis Ditemukan di Bengkulu, Akankah Tim SAR Buka Kembali Pencarian?

Dua hari setelah warga mulai mengalami masalah kesehatan akibat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi MBG, perawatan untuk para korban masih berlangsung. Beberapa pasien masih menerima perawatan karena kesehatan mereka belum pulih sepenuhnya.

Kesaksian Korban Keracunan MBG 

Salah satunya adalah putra Nurhamidah, 36 tahun, warga Sangubanyu, Kecamatan Bawang, yang tinggal di sebuah asrama Islam. Bocah itu mengalami sakit perut, diare, pusing, muntah, dan menggigil setelah makan makanan MBG pada Selasa, 22 September 2026.

"Anak saya mengeluh sakit perut, diikuti diare dan pusing. Dia mulai gemetar," kata Nurhamidah kepada Beritasatu.com pada Jumat, 25 September 2026.

Nurhamidah menjelaskan bahwa putranya mulai mengalami masalah kesehatan pada malam itu juga setelah makan makanan MBG. Ia menjemputnya dari asrama pada Rabu siang setelah menerima kabar tentang kondisinya.

Read more: 2 Lelaki di Bogor Jadi Tersangka Kasus Video Viral A Day In My Life, Ternyata Total Ada Sampai 20 Rekaman Tak Senonoh

Hingga Jumat pagi, putra Nurhamidah masih menjalani perawatan dan belum diizinkan pulang.

"Kondisinya masih tidak stabil, seperti pertama kali. Terkadang baik-baik saja, terkadang demam," tambahnya. Pemerintah daerah, bersama dengan instansi terkait, terus memberikan perawatan kepada warga yang mengalami masalah kesehatan. Sementara itu, penyebab pasti dari gejala yang dialami ratusan warga masih menunggu hasil tes dan investigasi lebih lanjut.

Atas musibah ini, Suyono, Wakil Bupati Batang menekankan agar seluruh pengelola SPPG kembali mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat. Ia mengingatkan bahwa MBG adalah program mulia untuk mencetak generasi unggul, sehingga aspek keamanan pangan tidak boleh dikompromikan.

Sebagai langkah preventif, ia bahkan menyarankan agar menu makanan disajikan sesederhana mungkin untuk meminimalisasi risiko kontaminasi bahan baku. Olahan telur, misalnya, disarankan cukup direbus atau digoreng biasa tanpa racikan bumbu yang berlebihan.

“Saya sudah telepon Korwil. Kalau di Kabupaten Batang, SPPG, telur cukup direbus atau digoreng mata sapi saja. Tidak usah ada tambahan bumbu. Penggunaan bahan tambahan yang tidak teruji justru menyimpan bahaya laten. Nanti kalau bumbunya kedaluwarsa malah seperti kejadian seperti ini,” jelasnya.

Itulah berita tentang Keracunan MBG Batang yang wajib kamu tahu. Pastikan kamu mengikuti kami untuk terus mendapatkan informasi Keracunan MBG Batang! 

Sumber:

UPDATE TERBARU