Aktivis Greenpeace Panjat Patung Selamat Datang Bundaran HI, Bentangkan Spanduk Raksasa Kritik Kebijakan Ekologis
--
Greenpeace menegaskan bahwa dampak buruk dari krisis iklim dan kerusakan lingkungan hidup paling berat dirasakan oleh kelompok masyarakat kelas pekerja rentan yang hidup dalam kondisi keterbatasan ekonomi.
Buruh harian, petani kecil, dan nelayan tradisional harus menghadapi cuaca ekstrem serta kegagalan panen tanpa adanya jaminan perlindungan sosial ekologis dari negara. Melalui bentangan spanduk kuning di ikon kota Jakarta tersebut, Greenpeace mendesak pemerintah untuk segera menghentikan pemberian izin deforestasi baru kepada korporasi besar, mengevaluasi total regulasi industri ekstraktif, serta mempercepat transisi energi bersih yang berkeadilan.
Keberadaan spanduk kritik yang mencolok di pusat kota tersebut seketika memicu respons cepat dari aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Ratusan personel kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat bersama unsur TNI, Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta langsung diterjunkan ke lokasi untuk bersiaga di bawah monumen.
Petugas menggunakan pengeras suara secara berulang kali mengimbau para aktivis untuk mengutamakan keselamatan jiwa mereka dan segera turun dari struktur patung karena cuaca pagi hari yang berangin kencang sangat membahayakan keselamatan. Setelah bernegosiasi cukup alot, spanduk raksasa tersebut akhirnya diturunkan oleh petugas sekitar pukul 09.30 WIB dengan bantuan mobil tangga hidrolik.