Kembali Terjadi! KKB Tembak Mati Sopir Travel Hingga Tewas, Sebelumnya Dipaksa Ucap Kemerdekaan Papua
--
OTONITY.com - Kasus penembakan dan penyandraan KKB Papua kini kembali terjadi. Seorang sopir travel yang ditembak hingga tewas mencuri perhatian publik. Sebelumnya, sopir diminta untuk mengungkapkan kemerdekaan Papua, hingga kemudian tewas tertembak.
Sebuah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menembak seorang sopir bernama Aris Sanda di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Sebelum penembakan terjadi, korban sempat disandera oleh kelompok separatis tersebut.
Read more: Video Link Biksu Thailand Viral: Dugaan Kasus Penggelapan Dana Kuil hingga Skandal Rekaman Mesum
Dalam sebuah video yang disaksikan oleh Okezone pada hari Rabu (16 September 2026), korban terlihat sedang disandera oleh sekelompok anggota KKB yang bersenjatakan senjata laras panjang di jalan Trans-Wamena-Nduga.
Informasi yang dilansir dari okezone.com, Korban, yang mengenakan jaket hitam dan celana pendek, dipaksa oleh anggota KKB untuk memegang bendera dengan lambang Bintang Kejora.
Mereka memaksa korban untuk membuat pernyataan yang mendukung kemerdekaan Papua. Dalam rekaman tersebut, Aris menyatakan bahwa ia telah menjadi sopir yang melayani masyarakat Papua sejak tahun 2013.
"Saya sebagai pendatang, sopir dari dulu sudah melayani dari 2013 sampai sekarang sampai 2026 saya masih jalan di sini karena saya percaya Papua itu bisa merdeka," ujar Aris dalam video tersebut.
Read more: Profil Fahd A Rafiq: Rekam Jejak Politik, Organisasi, dan Sisi Hukum Tokoh Pemuda Golkar
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari TNI (Tentara Nasional Indonesia) maupun Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia). Sementara itu, belum diketahui dari faksi KKB mana para pelaku tersebut berasal.