OPM Beraksi Brutal! Sopir Travel Ditembak Mati Hingga Dituduh Agen Intelijen, Sebelumnya Sempat Disandera
--
OTONITY.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) menembak mati seorang sopir angkutan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Selasa (15 September 2026).
Pria tersebut tewas setelah dipaksa menyatakan dukungannya terhadap kemerdekaan Papua saat disandera oleh kelompok bersenjata di bawah todongan senjata.
Sebelum ditembak mati, korban—yang diidentifikasi sebagai Aris Sanda—sempat membuat pernyataan yang mendukung kemerdekaan Papua. Dalam sebuah video yang diterima Afu.id, Aris menyatakan bahwa ia telah bekerja sebagai sopir angkutan yang melayani masyarakat Papua sejak tahun 2013.
Dalam video tersebut, Aris terlihat sedang ditodong senjata oleh beberapa orang bersenjata yang bertanggung jawab atas penyanderaan itu. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah jalan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Aris, yang mengenakan kemeja krem, jaket hitam, dan celana pendek, dipaksa memegang bendera berlambang Bintang Kejora. Beberapa orang di sekitarnya tampak membawa senjata api laras panjang dan senjata tajam, khususnya parang.
"Saya sebagai pendatang, sopir dari dulu sudah melayani dari 2013 sampai sekarang sampai 2026 saya masih jalan di sini karena saya percaya Papua itu bisa merdeka," ujar korban, dengan moncong senjata diarahkan ke kepalanya.
Menanggapi penembakan tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz sedang menyelidiki pembunuhan sopir yang berasal dari Toraja itu.
"Benar. Kemarin kejadiannya, anggota masih bergerak ke lapangan dan belum kembali," kata Komisaris Besar Yusuf Sutejo, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, saat dikonfirmasi oleh Afu.id pada Rabu (16 September 2026).
Secara terpisah, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom membenarkan adanya insiden penyanderaan dan penembakan tersebut. Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III TPNPB wilayah Ndugama Derakma mengklaim bertanggung jawab atas penembakan itu.